Selasa, 22 Desember 2015

Selamat Hari Ibu..

Untuk ketiga kalinya saya tidak bisa mengucapkan Selamat Hari Ibu secara langsung, pagi ini tepat hari Ibu tetiba meneteskan air mata melihat teman-teman bisa secara langsung mengucapkan kepada ibu masing-masing. 
Buat saya mama adalah orang yang luar biasa, mama sangat memahami setiap masing-masing anaknya. Setelah kepergian papa di tahun 2003 mama harus menjadi kepala keluarga dengan 8 anak, karena papa saya memiliki anak angkat 6 orang dan anak kandung 2 orang yaitu saya dan kakak saya. Alhamdulilah mama menjadi perempuan  yang tangguh, saya dan kakak saya bisa menyelesaikan kuliah dengan jerih payah mama yang luar biasa sebagai ibu rumah tangga tanpa uang pensiun dari papa karena dulu papa cuma guru di instansi swasta yang belum diangkat menjadi PNS, saya memang bukan dari keluarga yang berada tapi saya berasal dari keluarga yang selalu Bermimpi karena dari impian itu lah kita bisa menjadi orang yang luar biasa. Seperti mamaku cuma lulusan SD tapi putra dan putrinya semua sarjana, mama hanya memiliki ketrampilan jadi perias pengantin dan menjahit alhamdulilah dari ketrampilannya itu mama menjadi pahlawan bagi putra-putrinya.
Mama adalah seseorang yang mampu membuat saya dan kakak saya menjadi perempuan yang harus tangguh, saya anak bungsu yang dulunya kesayangan papa berubah seratus delapan puluh derajat menjadi anak yang harus kuat dengan berbagai terpaan hidup, anak yang mandiri, anak yang mampu berdiri diatas kaki sendiri. 
Di hari Ibu ini saya ingin menyampaikan sejuta rindu untuk mama.. saya yakin mama pasti bahagia di surga.. 
Yang ingin saya sampaikan ke mama "Mah raras uda jadi PNS seperti yang mamah inginkan" walaupun mama hanya mengikuti saat saya tes PNS insya alloh mama tahu kalau sekarang saya menjadi PNS sesuai keinginan beliau.
Satu pesan yang selalu saya ingat bahwa seorang perempuan itu harus mandiri finansial tidak boleh merepotkan suami, saya ingat ketika saya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, betapa marahnya mama ke saya dan sekarang saya sangat paham mengapa beliau sangat marah.

mama adalah perempuan terhebat di dunia yang pernah saya miliki...
 

love you much more mah..

big hug.. 

Senin, 21 Desember 2015

Diklat Penyuluh BNN 2015

Diklat ini sangat kunantikan karena keinginan untuk jadi fungsional penyuluh semakin meyakinkan hati duh kek mo milih pasangan aja.
Alhamdulilah nama saya masuk menjadi salah satu peserta diklat, pas lihat daftar nama yang ikut kaget karena ternyata banyak teman yang waktu prajab ikutan juga. Jadi nya kita bisa reunian deh..
Cukup bingung juga karena diklatnya lumayan lama, berarti mengharuskan meninggalkan kinnara dan ayah. Akhirnya diputuskan boyongan ke Jakarta semua biar ayah ga repot juga beduaan sama kinnara. 
Saya bersama kinnara memutuskan naik kereta tetapi karena si ayah pingin bawa si bohay (mobil kesayangan) jadilah si bohay dibawa ayah, lumayan sih saya naik kereta jadi gak bawa tas segambreng hehehhee...
Sesampai di Jakarta hanya menginap semalam di rumah mertua besoknya saya harus sudah di Cawang karena bis menuju Lido disediakan oleh panitia ada disana. Seneng ketemu teman-teman yang belum tentu setiap tahun bisa ketemu, perjalanan Cawang ke Lido diiringi dengan hujan yang membuat saya merasa AC di bis berasa menusuk tulang. Ngobrol dengan teman - teman yang beda satuan kerja dan hasilnya ternyata sama, gegap gempita di kantor masing-masing memiliki banyak kesamaan. Ya gitu lah jadi PNS pusat yang dipekerjakan di daerah nasibnya luarr biasaaa memakan hati wkwkkwkwk rada lebay sih kalo ini... 
Sesampai di Balai Diklat Lido bis menuju gedung administrasi, seperti biasa semua peserta harus melakukan pendaftaran, dikasih ID Peserta dan tentunya kunci kamar. Pas lihat daftar yang sekamar sih bikin sebel cos gak ada yang kenal hahahah saya paling males kudu memulai lebih dulu, tapi bukan saya kalau gak SKSD sama orang hihihihi.. Setelah melakukan pendaftaran kali ini bis mengantar kita sampai barak yihaaaa.. beda ya perlakuannya sama pas kita prajab. Masuk kekamar lalu istirahat dan sok kenal sok dekat dengan teman kamar. Esoknya mulailah acara pembukaan diklat dan menerima materi.

Jam waktu pun berputar tak terasa kita harus menjalani proses belajar dari pagi sampai sore terkadang malam, tapi bahagia karena kita tidak memikirkan betapa beratnya dinamika dikantor sampai saya bilang kantor itu bagaikan intrik didalam intrik nah ribet banget kan hahahhaa... 
kebersamaan bersama teman-teman satu kelas semakin dekat semakin saling mengenal semakin tahu kemampuan satu sama lain. Saya bahagia mempunyai saudara baru, teman baru dan cerita baru di Balai Diklat ini.
Akhirnya sampai pada saat dimana kita harus mempersiapkan untuk ujian, berhubung kita penyuluh jadi ujiannya memberikan penyuluhan sesuai hasil dari konsentrasi yang kita dapatkan, saya dapat konsentrasi di lingkungan keluarga. Antara sedih dan senang sih soalnya ini bukan zona nyaman saya, biasanya saya memberi penyuluhan di lingkungan pendidikan sedangkan untuk lingkungan keluarga saya belum pernah sama sekali. Tapi kalau kita tidak keluar dari zona nyaman ya kapan mau maju, akhirnya materi mengenai pola asuh menjadi materi saya untuk ujian nanti. Dengan kemampuan saya yang ala kadarnya akhirnya materi jadi dalam waktu semalam, dibuat dengan kondisi yang underpressure hahahaha sama mood yang kudu bagus secara mau dievaluasi. Dibilang stres itu pasti lah secara kita kudu memberikan penyuluhan didepan teman-teman penyuluh juga akkk dunia berasa runtuhhhh *ini lebay
Evaluasi pun berjalan lancar selancar saya ngomong sampai-sampai dibilang kecepetan ngomongnya hahahha.. yah namanya juga emak-emak demen banget kalo suruh ngomong jadilah ngomongnya kek jalan tol dijakarta kalau lagi lebaran.. lancarrrr jayaaa hahahhaa...
Setelah evaluasi berasa banget saat-saat bersama teman-teman mulai sedikit karena waktu diklat sudah hampir selesai, mulai berasa kita kapan lagi ketemunya karena saat-saat seperti ini belum tentu terulang. Kita semua penyuluh BNN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dari berbagai suku, dengan berbagai karakter ada disini untuk menjadi penyuluh yang profesional *ngomong apaan sih raras :D
Detik-detik ujian pun tiba, jujur saya tidak begitu strees saat ujian malah lebih stres ngadepin evaluator hihihihihi 
saat ujian saya diuji oleh bu Retno yang katanya beliau widyaiswaranya BNN orangnya detail banget bahkan sampai penampilan saja dinilai, mana baju saya sudah limited karena sudah saya bawa pulang sebagian, tapi yasudahlah toh target saya ikutan diklat juga cuma lulus dan dapat sertifikat hahahaha show must go on lah ya dengan ala kadarnya.. 
Pokoknya ujian beres dan saya dapat sertifikat sebagai modal saya untuk menjadi fungsional sesuai impian saya. Yes bisa pulang ketemu kinnara dan ayah hehehe.. seneng sih tapi kalo ingat soal kantor jadi males deh maunya diklat mulu hihihihi...
Tiba-tiba saya memutar memory saat kita dikelas, berbagai canda tawa bahkan terkadang kita adu argumen, celotehan celotehan gak jelas juga sering terlontar ketika kita bersama untuk mengerjakan tugas dari pemateri. Ada juga karakter teman-teman yang idealis, ada juga yang seperti saya yang ala kadarnya, ada yang panikan, ada yang kalau menanggapi sesuatu terlalu serius, ada juga yang becandaan mulu... Dan saya kangeeeennnnn moment-moment itu.. itu tidak bisa diulang.. 
Dan ketika kita kembali ke satuan kerja masing-masing akankah silahturahmi kita akan terjalin???
Saya berharap kita akan tetap sama, tetap berkomunikasi dan saling menguatkan..
Senang bertemu kalian teman-teman Diklat Fungsional Calon Penyuluh Kelas B


With Love..