Selasa, 11 Februari 2014

PHK Bukan Akhir Dari Segalanya...

19 Desember 2011 hari pertama saya masuk kantor setelah cuti melahirkan, ingat sekali saat berangkat kekantor saya menangis karena tidak tega meninggalkan Kinnara, saat saya cuti saya selalu berdoa meminta petunjuk kepada Alloh karena saya bingung antara ingin berhenti bekerja atau terus bekerja. Berhenti agar bisa menemani Kinnara dan terus bekerja karena saya masih memiliki impian pergi umroh bersama mama tercinta.
22 Desember 2011, saya dipanggil Ibu Direktur, yang mana ternyata Ibu Direktur tersebut masih ada hubungan saudara dengan suami saya. Saya juga baru tahu setelah menikah dengan suami saya. Diruang meeting tiba-tiba beliau memberikan selembar kertas isinya saya diputus kontrak karena posisi saya tidak dibutuhkan kembali, kertas kedua berisi fotocopyan slip setoran pesangon ke rekening saya. Saya diam beberapa saat,saya berpikir, timbul pertanyaan saat saya cuti melahirkan ada pegawai baru yang masih saudara dengan si Bu Direktur dan job desk dia sama seperti saya bahkan buku kartu nama klien diambil sama dia kok ini diputus kontraknya karena posisi saya tidak diperlukan? Hati ini merasa diperlakukan tidak adil tetapi saya ingat mungkin ini jawaban dari Alloh, Ikhlas saja saya terima. Tetapi yang membuat saya sebel si Ibu Direktur berkata "saya dulu juga mengalami seperti raras kok" dalam hati saya kalau mau mecat pegawai ga usa pake acara sok senasib toh saya juga ga sedih,toh saya juga tau kalau anda secara pribadi tidak suka dengan saya. Saya memang orangnya kalau benar ya berkata benar kalau salah ya salah. Maaf ya bu memang kita tidak sepaham karena saya tidak bisa bermuka manis. 
Karena di wanti-wanti sama Bu Direktur kalau ditanya orang jawabnya mengundurkan diri ya, kalau ditanya teman kantor juga iya. Baiklah saya kali ini nurut Ibu saya menuliskan email perpisahan ke teman-teman kantor bahwa saya ingin merawat anak saya dirumah sehingga saya resign. Sampai ditanya teman-teman lainnya juga jawabnya resign. Dalam hati saya gapapalah toh suatu saat akan kecium juga kebohongan saya.

Saya pulang dengan hati bahagia, karena bisa dirumah menemani hari-hari bersama Kinnara dan bersyukur Alloh memberikan jawaban dari doa-doa saya.
Tapi disisi lain saya masih punya impian untuk mama, pikir saya pasti nanti ada jalan. Toh suami saya juga membebaskan saya untuk melakukan apa saja.
Awal dirumah saya jualan baju bayi, emang dasar saya tu ga bakat jualan yang ada bajunya dibukain terus dipakein ke Kinnara hahahhaha
Terus saya coba aktif di posyandu, sharing berbagi ilmu dari seminar-seminar yang saya ikuti , sampai pernah ngajar origami di PAUD terdekat. 
Biasa bisa cari uang sendiri akhirnya saya pingin sekali serius di suatu bisnis, nyemplunglah saya di bisnis MLM, sebenernya ini bisnis bagus banget karena saya juga sudah merasakan bonus yang lumayan, cuma namanya juga bisnis ya kita tidak bisa anteng terus dapat uang. Kita pasti kudu kerja terus sehingga suami ngomel-ngomel hahahahaha.. katanya saya terlalu sibuk sama bisnis sehingga anaknya suka ga diperhatiin. Namanya juga bisnis jaringan pasti kudu standby sama HP. Jadilah saya perlahan mundur di bisnis ini.
Suatu ketika saya bilang ke mama "mah aku belom bisa nyenengin mama, apalagi bawa mama umroh", mama jawab "liat kamu umroh mama uda seneng, yang mama pinginin bukan berangkat umroh nduk, tapi lihat kamu kerja apalagi jadi PNS, mama nyekolahin ampe sarjana mosok dirumah tok"

Jujur saat itu saya bingung sekali, karena memang saya sudah malas sekali ikutan PNS, secara saingannya ratusan orang, peluangnya sangat kecil, apalagi otak saya pas-pas an hahahhaha.. 
Ditahun 2013 negara ini dipenuhi dengan pengumuman pembukaan CPNS diberbagai kementrian dan non kementrian, mama selalu mengingatkan saya untuk ikut seleksinya. Kali ini saya nurut mama, mencoba peruntungan. Diotak saya niatnya ikutan CPNS karena ingin mewujudkan keinginan mama. 
Ada beberapa 3 lembaga non kementrian yang saya ikuti, dan yang 2 gugur dites awal, hanya satu lembaga non kementrian yang saya lolos dari tahap demi tahap. 
Saya ingat saat itu mama sedang sakit dan harus ke Jakarta karena dirujuk ke Prof. yang lebih ahli untuk menangani penyakitnya. 
Jadwal Tes Wawancara pun tiba,wawancara dilakukan di Jakarta di daerah Halim. Pagi itu saya sudah menyiapkan semua makanan untuk mama, dan saya pamit ke mama minta doa agar saya bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik, sambil saya cium tangan mama. Mama berkata "iya nduk mama doain, dilancarkan semuanya"
Saya melewati serangkaian tes wawancara, cek dokumen dan cek urine. Sesampai dirumah mama tersenyum dan berkata "Terimakasih ya nduk udah mewujudkan keinginan mama", saya hanya menjawab "smoga lolos ya mah biar kecapai apa mau mama, biar anaknya ada yang PNS", mama jawab "ho oh nduk, syukur-syukur iso di Cilacap ya"

Dan ternyata, keesokan paginya setelah sholat subuh mama pamit, tugas mama menjaga dan merawat anak-anaknya telah usai. Kenyataan pahit yang harus saya alami. Tetapi saya bahagia mama akan bertemu dengan papa disurga dan saya diberi kesempatan untuk merawat beliau di hari-hari terakhir.
Tiga hari setelah mama meninggal, hasil seleksi CPNS diumumkan dan saya DITERIMA dan ditempatkan di kota kelahiran saya yaitu CILACAP.
Saya langsung menangis, bahagia campur sedih, saya berkata "Mah, impian mama terwujud dan pas banget sama keinginan mama, saya diterima jadi CPNS dan ditempatkan di Cilacap"
Saat itu meledak tangisan saya, andaikata mama ada pasti beliau bahagia sekali, teringat saat saya wisuda sarjana beliau memeluk saya sambil berkata "Terimakasih ya nduk uda mewujudkan impian mama". Dulu mama cuma bermimpi anaknya sarjana karena mama hanyalah lulusan SD. Impian mama memang sederhana tapi kerja keras mama untuk menyekolahkan anaknya bukan hal yang biasa.
Dari sini saya mendapatkan nilai kehidupan, Alloh selalu kasih yang terbaik untuk umatnya. Mungkin dulu jika saya tidak dipecat saya tidak akan bisa jadi PNS, tidak belajar soal bisnis, tidak bisa merasakan hari-hari bersama Kinnara, tidak bisa merasakan merawat mama saat sakit.
Tapi inilah hidup, kita tidak ada yang tahu jalannya seperti apa.
Saya selalu suka dengan kata-kata ini :

Alloh SWT always has 3 replies to our prayers :
- yes
- yes but not now
- I have a better plan for you
There's never a NO

Dan, itu nyata teman.. Berdoalah kepada Alloh maka kita akan diarahkan ke jalan yang tepat.
Terimakasih untuk Bu Direktur yang memecat saya, walaupun saya kehilangan pekerjaan saya bukan karena kinerja saya yang buruk, tetapi saya bersyukur saya bisa menemukan jalan yang lebih indah.
Terimakasih Ya Rabb telah memberikan jalan cerita yang berliku, membuat saya lebih dewasa dan selalu mengingat Kebesaran-Mu.




NB :
Tulisan ini bertujuan untuk menginspirasi yang baca :)

8 komentar:

  1. Balasan
    1. matur suwun.. josh gandhos kothos kothos.. :)

      Hapus
  2. pengin nangis bacanya.....
    Skenario Allah memang lebih indah dari rencana kita....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alloh memang penulis skenario terbaik.. :)

      Hapus
  3. Kisahnya inspiratif bgt mb raras..subhanallah..

    BalasHapus
  4. Raras.... Merinding bacanya... Subhanallah... Doa mama bnr2 ampuh yaaa.... Sukses selalu deh buat Raras....

    BalasHapus